ini aku anak baru disekolah ini, aku baru saja masuk sekolah SMA kelas 10. aku ditempatkan dikelas pertama, ya kelas X 1. namaku hari, umurku baru 13, tapi sekarang sudah menginjak ke tahun 16.
saat pertama kali melihat perempuan itu memang mataku melotot tak karuan, perempuan itu cantik sekali, menyilaukan. namun sekian lama, akhirnya aku tahu, bahwa perempuan itu playgirl.
playgirl ? aku tidak percaya, terlihat memang perempuan itu banyak sekali yang menyukainya, karena dia cantik, dia begitu dekat dengan lelaki bukan berarti dia murahan kan ? dia pengasih, karena itu dia terlihat sangat dekat dengan banyak lelaki dan juga dia sangat murah senyum kepada semua orang, lalu karena dia juga baik hati, lalu dia juga, terus saja aku memuji dia kepada teman-temanku. karena aku yakin, dia bukan playgirl. sesekali aku meliriknya, tampak senyuman manis yang membawa aku kedalam mimpi selama beberapa hari, menjadi khayalan dimana aku bisa mendampingi dia kelak. harapan yang belum tercapai akan ,menjadikan kehidupan kita semakin lebih hidup, prinsip itu pula yang sudah membuat hari-hariku dipenuhi dengan harapan, walau sebenarnya sudah ribuan kali aku berharap, nyatanya belum terlihat harapanku menjadi kenyataan. tapi tidak untuk harapan mendapatkan perempuan itu, harapanku tetap ada padanya, harapan dimana harapan yang telah aku impikan ternyata terdengar ditelinga hati anak perempuan itu. meskipun harapan itu terkabul diakhir ketika kenaikan kelas 10 berlangsung, tapi aku bangga kepada diriku sendiri, sosok aku yang terkenal cuek ternyata mampu memikat hati wanita nomer 1 disekolah ini. kedekatan itu terjadi karena aku dan dia sama-sama menjadi pengurus osis, lantas kami pula sama-sama menjadi panitia saat penghelatan MOPD generasi berikutnya disekolah kami, dan disitu harapanku muncul dan kini menjadi realita.
dimasa-masa pendekatan itu,
hal pertama yang aku lakukan adalah, 1. lakukan hal yang dia minta, 2. turuti kemauannya, 3.pedulikan dia, 4.kasihi dia, 5.dan yang terakhir adalah harus ada disaat dia membutuhkan. itu yang aku lakukan selama kita menjalani masa pendekatan yang sangat indah dan mempesona, dan ternyata berhasil, aku melabuhkan harapanku tepat dihatinya dan tepat sasarannya dan tepat pada waktunya, meskipun dia masih mempunyai seorang pacar. lantas karena dia sudah punya pacar, aku harus nyerah, begitu ? tentu tidak, inilah perjuangan. ketika perjuangan itu membuahkan hasil, pasti akan hadir kebahagiaan yang diciptakan, dan kebahagiaan itulah yang sekarang aku impikan.
aku semakin dekat dengan perempuan itu hari demi hari, karena mimpiku semakin dekat. saat berdekatan berjalan berdampingan, aku ucapkan "maaf yaah...", "maaf kenapa?" dibalasnya, "aku sudah berani sayang sama kamu". perempuan itu tersenyum malu, senyuman terindah yang pernah aku lihat seumur hidupku, lantas aku melemah dihari itu, senyumannya sangat mendiagnosaku untuk berjanji tidak akan pernah menyakiti hati perempuan itu selamanya, selamanya, mungkin selamanya.
kedekatan kami sebetulnya saat ditelepon, dia minta dimengerti oleh kekasihnya, tapi tidak dilakukannya oleh kekasih dari perempuan itu dan aku ada disana, lalu aku perkenalkan kehidupanku dan masa laluku, lalu lagi aku bacakan surat untuknya yang dulu pernah aku buat, dengan rasa yang tak bicara aku berani mengatakan bahwa aku mencintainya. perempuan itu meringis decak kagum yang memaksa aku harus sangat menyayanginya, dia bilang "yaampun hari, kenapa kamu gabilang dari dulu", rasanya pernyataan itu cukup menggambarkan bahwa dia sangat menunggu-nunggu aku mengatakan ini saat kita masih main mata dulu selama itu dan selama kita hidup diseantera sekolah 1 semester ini.
dan kini ternyata tinggal selangkah lagi kita bersama, kita begitu dekat, sesuatu yang bernama bersama itu kini tengah mendekat, lebih dekat dan sangat dekat.
setelah kejadian ditelepon itulah yang membuat kami dekat hingga saat ini, saat kami melakukan pekerjaan menjadi panitia dalam kegiatan awal ini, hingga kisah ini memanjang sampai kami pertama kali melangkah, mengawali masuk sekolah tahun ajaran baru dikelas 11.
pada saat itu, kelas kami berdekatan, hingga kami mudah sekali bertatap muka, hal yang tidak akan pernah aku lupakan adalah ketika perempuan itu hendak mengembalikan buku tentang kehidupanku dikelas 10 yang ia pinjam, aku pergi ke kelasnya, dan dia terlihat dibalik jendela, aku menghampirinya yang berada diluar, ia tersenyim manis, sangat mempesona. dulu saat aku memberikannya, aku selipkan surat yang pernah aku buat untuknya, dan kini saat buku itu dikembalikan surat itu tidak ada, ia memintanya, "suratnya aku bawa yah" lalu tersenyum dihadapan mukaku yang tengah melihatnya dengan seksama. aku pun tersenyum tipis, dia adalah orang pertama yang membaca buku hasil karyaku. dihari-hari itu aku selalu diselimuti rasa rindu terhadap anak perempuan kelas XI IPA 2 tersebut. aku selalu melihatnya meski dekat, namun kami jarang sekali bertatap muka, karena kebetulan aku adalah orang yang pemalu bila didepan orang yantg benar-benar aku sayang, dari situ aku baru sadar, bahwa selama ini aku merasa aku adalah orang yang kuat tapi sebenarnya aku adalah orang yang lemah bila berada dekat dengan orang yang aku sukai.
namun akhirnya,
aku tak menyangka, ternyata dibalik hari-hari yang indah itu dibalik layar hadir sesuatu yang tidak aku ketahui, tentang perempuan itu dan tentang hatinya.
disuatu sore dari waktu, aku menerima pesan singkat "hari gapapa kan.." aku bingung apa yang terjadi padanya, karena aku merasa selama ini kita baik-baik saja, tapi ternyata semua berbeda dari yang aku rasakan selama ini, ternyata cerita yang kita berdua jalani ini bukanlah cerita utama yang dia lakoni dalam kisahnya, ternyata anak perempuan itu juga bermain peran dalam cerita-cerita lainnya, yaitu dengan seorang laki-laki dan seorang laki-laki lainnya disekolah ini, yakni anak baru, adik kelas, dan tampan.
coba bayangkan perasaan seorang laki-laki yang sudah memendam rasa selama 1 tahun dan ketika ia berhasil mengutarakan rasa itu dan mendapat respon yang luar biasa, respon yang sesuai harapan, respon yang membawa jiwa seorang anak laki-laki itu kedalam mimpi, terikat dan tak ingin lepas, ternyata dikhianati oleh perempuan yang mempunyai alasan bahwa ia tidak ingin aku dijadikannya pelarian, ia ingin aku utuh, sehingga ia mencari pelarian untuk menghilangkan bayangan mantan kekasih perempuan itu, lalu ia perlu waktu untuk berpacaran terlebih dahulu dengan orang lain sebelum aku ia jadikan kekasih berikutnya, sungguh lucu kau jadikan waktu itu sebagai ajang melupakanku yang telah engkau bohongi dan engkau sakiti, aku hancur, beribu-ribu hancur ketika lelaki itu ternyata benar menjadi kekasih barunya, dan ternyata benar adanya perempuan itu ternyata seorang playgirl yang dulu teman-temanku pernah mengatakannya.
menyaksikan kebenaran itu membuatku tak berdaya, ternyata aku telah dibohongi, mau dikemanakan mimpi-mimpiku yang telah aku bina, simpan dimana mukaku jika teman-temanku tahu aku telah dibohongi oleh orang yang selama ini aku bela dari cacian-cacian mereka, perempuan yang selama ini aku puji-puji karena keindahannya, karena kecantikannya, tapi kini semuanya terasa menyakitkan, aku dibutakan oleh rasa sayangku padamu, aku hanya menjadi bahan pelampiasanmu saja yang haus akan pria. aku benar-benar benci mengatakan ini, bahwa aku benar-benar sangat membencimu, walau aku cinta.
satu hari terasa masih sangat menyakitkan, masih bisa tertawa walau perih, hari kedua masih tetap sama, bahkan kali ini aku meneteskan air mata karena telah melihat ia bercengkrama dengan kekasih barunya, sesuatu yang sulit dipercaya ketika melihat perempuan itu ternyata benar hanya mempermainkan ku saja.
ketika topengmu kau buka,
terlihat jelas dimana wujud aslimu itu sangat kejam,
kau lebih kejam dari manusia kejam sekalipun
seharusnya sudah kuhafal dari dulu siapa kau
aku memang hancur karena harapan palsu itu
aku memang tertipu dengan semua janjimu itu
jangan kau tanyakan aku lagi
jangan pernah kau ingat aku lagi
aku ingin semuanya selesai
tanpa arah dan tujuan aku akan pergi
melupakan dirimu dan semua omong kosongmu
meskipun perih terus menggangguku untuk melangkah
aku sadar
Tuhan telah membuatkanku rencana yang lebih istimewa
saat kau berlari dan bertanya siapa yang paling baik mecintaimu
jangan kau salahkan aku jika kau salah
karena seharusnya akulah pria itu
aku yang paling tulus mencintaimu tapi kau abaikan
dan saat kau sadar akulah yang seharusnya ditempat itu
diamlah disitu nak
atau kau aku tampar dengan tanganku
meski hatiku tak menerimanya
sudahlah aku akan beranjak dari mimpimu dan mimpiku itu
jangan kau sesali jika aku sedang melayang tinggi
jangan kau cari aku lagi
karena aku sudah menghapus namamu dimasa depanku yang bahagia kelak
setelah kesedihan yang melandaku itu semakin hari semakin mendalam, aku memilih terkubur dalam lamunan setelah kejadian itu, rasanya sakit sekali, tidak bisa bayangkan akhirnya akan seperti ini, tapi aku harus tegak kembali, aku tidak mau hidupku ditentukan oleh perempuan yang telah mengkhianatiku itu, disaat seseorang terjatuh dan tidak mau bangkit, disitulah sebenarnya kegagalan seseorang.
hari itu aku bangkit dan memusnahkan semua ingatan-ingatannya dengan banyak berkenalan dengan temab baru dan berbegi solusi, ini sebuah hal yang menyenangkan kataku, apalagi dari kakak-kakak kelas yang terus menyemangatiku untuk tidak terkubur dalam kesedihan ini, semuanya terasa lega dan ringan setelah aku mendengar kabarnya yang tidak tentu bersama kekasih barunya yang telah ia pilih, aku lebih memilih diam dan seolah tidak mau peduli terhadapnya ataupun kisahnya disekolah ini yang telah menjadikan ia layaknya bintang, namun apalah arti bintang bila tidak membutuhkan matahari, juga apalah artinya predikat siswi terbaik bila tidak membutuhkan dukungan dari semua orang yang ada disekitarnya, dan kini orang-orang itu lebih memilih untuk tidak mempercayainya.
Ini Untukmu N
#nama pemeran penting dalam cerita tidak disebutkan, karena takut menyinggung perasaan tokoh yang dimaksud, dan bila di samarkan nama aslinya, tentu juga karena takut menyinggung pemilik nama samaran tersebut.
Ini Untukmu N
#nama pemeran penting dalam cerita tidak disebutkan, karena takut menyinggung perasaan tokoh yang dimaksud, dan bila di samarkan nama aslinya, tentu juga karena takut menyinggung pemilik nama samaran tersebut.