Selasa, 08 Desember 2015

Puisi Masa 2013-2014

Ingat Di?

Selamat malam perempuan sederhana, selamat malam untuk hari ini dan seterusnya, aku ingin terus begini, menjadikanmu sebagai sosok yang bisa meneduhkan pikiranku saat aku kacau. Selamat malam adik kelas cantik aku ingin mengenalmu lebih dekat menjadikan batu sandaran bukan loncatan, bolehkah? Walau aku bingung haruskah aku, apakah aku akan benar-benar mencintaimu, aku takut mengecewakanmu, aku tidak ingin membuat hidupmu terbawa dengan duniaku yang sedikit rumit, aku tidak ingin mengubah hidupmu yang tentram menjadi rumit karenaku. Tapi sepertinya aku sangat membutuhkanmu, aku ingin kamu disini, menemaniku dalam beberapa masa kedepan, jika harus, selama mungkin tak apa walau nanti akan menyusahkanmu, karena sulit menjinakan seorang aku yang keras kepala, aku yakin kamu akan kesulitan nantinya, tapi kamu pasti bisa. Lalu juga melihat dari kesederhanaanmu dan sikap lugumu yang lucu, aku tahu apa yang harus aku lakukan, dan aku tahu apa yang nanti akan aku alami, aku akan terus dibuat malu oleh sikapmu yang ramah dan rendah hati, aku memang belum lama mengenalmu, tapi aku tahu bahwa kamu adalah apa yang aku butuhkan sekarang.

Puisi masa 2013-2014

TerhalangMasa

Sebuahperawalandimanamatakitapernahbertemu,
Menatapdenganlamanya, begitudalam, sangatdalam…
Banyakcarainginkusampaikanpesanhatiini
Menjelaskanartipersahabatan yang inginkukenalkan
Mempelajariartikeindahan yang inginkutanamkan
Memahamiartitatapan yang dulukauperlihatkan
Melantunkansuarahati yang inginkusampaikan…
Namun…
Masatelahmenjadipenghalang,
Rasaku yang lama kinitertahan
Masa-masaindahkudulusepertihilang,
Hilangentahkamana… masa-masaakumemperhatikanmudarijauh
Namun,
Rasa-rasa yang duluadabelumsirna
Maafkanaku,
Menodaiketulusanini
Maafkanaku,duluaku
Tidakbisaberlamamenunggu
Maafkanaku yang telahberpaling…

Namun rasa initetapada, akuyakin!!!

Puisi masa 2013-2014

Tempat yang salah
Dihari dimana kita bersama,
            ku mengejarmu walau ku tahu
Semuanya terasa berat
            karenaku kini berada ditempat yang salah
Saat dimana kita percaya,
            suatu saat nanti kitakan bersama
Namun kutahu tak adil bagiku,
            karenaku berada ditempat yang salah

Bisakah? Kau lupakan kekasihmu dan berpaling kepadaku?
Bisakah? Kau hargai waktuku yang kuhabiskan untuk menunggumu

Meski mungkin kutahu kau bukanlah
Wanita yang dikirim oleh Tuhan, salahkah aku ingin memilikimu?
Salahkah aku? Menyayangimu...

Meski mungkin kau bukan yang terakhir
Bagaimana cara ku membiarkanmu, melewati semua masalahmu
Haruskah aku? Peduli padamu?

Karena mungkin kau tlah menyakitiku
Mengkhianati semua janjimu, menjadikannya sebuah masa lalu,
Pantaskah engkau? Aku maafkan ?


Sampaikan salamku pada kekasihmu yang selalu menyakitimu

Puisi masa 2013-2014

Ade Intan

Mendadak gila dikelas karena ada film baru
Segala sesuatu ada batasnya, tapi tidak untuk nafsuku
Disaat aku ingin menonton film yang itu, terus memaksamu, terus menekanmu untuk ikut menemaniku
Wanita yang aku anggap paling manja dikelas,
Wanita yang aku anggap paling manis dikelas,
Wanita itu, benar-benar lebih cantik dari yang aku duga
Penampilan yang sederhana namun mempesona, indahnya tanggal 20 November di tahun ini
Saat lampu bioskop tertutup rapat dari cahaya
Saat layar monitor hanya penerang tunggal diruangan
Saat kepalan tangan kita saling bersatu,
Mengalun indah, hangat dihiasi dinginnya ac
Keluar berjalan, bergandengan tangan bak sepasang kekasih baru
Ruang FoodCourt menjadi petualangan asmara berikutnya
Menjadi pelega saat lelah telah terjaga
Disaat dunia ini akan tertutup sebagian
Langit hitam memanjang, petang akan datang
Disaat itu pula kami pulang,
Saat itu, saat-saat itu
Ketika pelukan dari arah belakang memandang kehangatan
Ketika aku lihat wajahnya yang tampak kelelahan
Wanita itu memelukku, pelukan yang syarat akan harapan
Menjadi penawar saat udara dingin melembab
Akhirnya  sampai pada waktu yang telah diperkirakan
Hari itu.. menjadi kebahagiaan kami berdua

Hari itu, benar-benar hari itu

Sampah Dari Kata-Kata Yang Terbuang

SALAMKU
Malam kembali, Tanda pagi sudah menanti
Namun ku terdiam, Tanda diri memahami
Malam yang akan indah untukmu
Malam yang akan penuh bercerita
Menanti hadirnya waktu emasmu
Waktumu yang sudah menuliskan
Waktu tlah menuliskanmu cerita
Kisah kasihmu tepat satu tahun
Esok hari kau pasti kan tertawa
Tersenyumlah bersama kekasihmu
Kini tidurlah impianku
Sang surya menunggumu
Esok adalah harimu
Katakan.. ku tak akan menggangu, Ceritamu dihari itu
Hari yang akan menyenangkan hidupmu
Pagi yang akan semangati bangunmu
Siang yang akan penuh gelak tawamu
Malam yang akan menghiasi mimpimu
Dan..
Waktu yang akan bercerita tentangmu

Selamatku Tak Terucap.

Sampah Dari Kata-Kata Yang Terbuang

Kau lah lamunan itu!
Tatapanmu itu, tatapan penuh makna bagiku
dibalik tatapan itu, ku melihat urai mata yang beda
Tatapan kebencian? tatapan kemurkaan? tatapan kemunafikan?
ataukah
tatapan ketulusan? Tatapan keinginan? Tatapan ketertarikan?
Aku rasa itu yang terpikir dibenaknya, begitupun denganku
Matamu membawa keindahan, keindahan baru dalam duniaku
matamu memancarkan harapan, kini impian tertulis dalam jiwaku
Aku mengharapkan janji waktu, datang padaku
aku mendambakan, saat waktu tlah tiba kini
menemani dibalik indahnya dunia kau dan aku
menghabiskan kisah remajaku dalam masa ini
Matamu kau beri harapan,
tatkala dipandang seorang insan
matamu kau beri mimpi,
untuk jiwa yang senang bermimpi
Tak ada keraguan dalam jiwamu,
hanya ada kepastian yang kutunggu
tak ada kebosanan melihat matamu
yang ada hanya keindahan milikmu

Terka ini Fathiningtyas, percaya lamunan ini milikmu 
                ....N

Sampah Dari Kata-Kata Yang Terbuang

Darah ini
Malam tlah kembali, aku ingin pergi seandainya bisa
namu pemilik waktu tak pernah mengizinkan,
Terkadang, hatiku kau bawa kesedihan
Lama benar, aku berjalan dalam kehampaan ini
tak bisa ku hentikan, bercucuran, darah hati ini
tak bisa ku menahan, bertetesan, darah hati ini
letih untuk mengalir, membawa, darah hati ini
tak kunjung habis, lukanya, darah hati ini

Lelah untuk bicara darah hati ini
coba aku sembunyikan darah hati ini
betapa deritanya darah hati ini
maafkan lah darah hati ini... kasih