Selasa, 08 Desember 2015

Puisi Masa 2013-2014

Ingat Di?

Selamat malam perempuan sederhana, selamat malam untuk hari ini dan seterusnya, aku ingin terus begini, menjadikanmu sebagai sosok yang bisa meneduhkan pikiranku saat aku kacau. Selamat malam adik kelas cantik aku ingin mengenalmu lebih dekat menjadikan batu sandaran bukan loncatan, bolehkah? Walau aku bingung haruskah aku, apakah aku akan benar-benar mencintaimu, aku takut mengecewakanmu, aku tidak ingin membuat hidupmu terbawa dengan duniaku yang sedikit rumit, aku tidak ingin mengubah hidupmu yang tentram menjadi rumit karenaku. Tapi sepertinya aku sangat membutuhkanmu, aku ingin kamu disini, menemaniku dalam beberapa masa kedepan, jika harus, selama mungkin tak apa walau nanti akan menyusahkanmu, karena sulit menjinakan seorang aku yang keras kepala, aku yakin kamu akan kesulitan nantinya, tapi kamu pasti bisa. Lalu juga melihat dari kesederhanaanmu dan sikap lugumu yang lucu, aku tahu apa yang harus aku lakukan, dan aku tahu apa yang nanti akan aku alami, aku akan terus dibuat malu oleh sikapmu yang ramah dan rendah hati, aku memang belum lama mengenalmu, tapi aku tahu bahwa kamu adalah apa yang aku butuhkan sekarang.

Puisi masa 2013-2014

TerhalangMasa

Sebuahperawalandimanamatakitapernahbertemu,
Menatapdenganlamanya, begitudalam, sangatdalam…
Banyakcarainginkusampaikanpesanhatiini
Menjelaskanartipersahabatan yang inginkukenalkan
Mempelajariartikeindahan yang inginkutanamkan
Memahamiartitatapan yang dulukauperlihatkan
Melantunkansuarahati yang inginkusampaikan…
Namun…
Masatelahmenjadipenghalang,
Rasaku yang lama kinitertahan
Masa-masaindahkudulusepertihilang,
Hilangentahkamana… masa-masaakumemperhatikanmudarijauh
Namun,
Rasa-rasa yang duluadabelumsirna
Maafkanaku,
Menodaiketulusanini
Maafkanaku,duluaku
Tidakbisaberlamamenunggu
Maafkanaku yang telahberpaling…

Namun rasa initetapada, akuyakin!!!

Puisi masa 2013-2014

Tempat yang salah
Dihari dimana kita bersama,
            ku mengejarmu walau ku tahu
Semuanya terasa berat
            karenaku kini berada ditempat yang salah
Saat dimana kita percaya,
            suatu saat nanti kitakan bersama
Namun kutahu tak adil bagiku,
            karenaku berada ditempat yang salah

Bisakah? Kau lupakan kekasihmu dan berpaling kepadaku?
Bisakah? Kau hargai waktuku yang kuhabiskan untuk menunggumu

Meski mungkin kutahu kau bukanlah
Wanita yang dikirim oleh Tuhan, salahkah aku ingin memilikimu?
Salahkah aku? Menyayangimu...

Meski mungkin kau bukan yang terakhir
Bagaimana cara ku membiarkanmu, melewati semua masalahmu
Haruskah aku? Peduli padamu?

Karena mungkin kau tlah menyakitiku
Mengkhianati semua janjimu, menjadikannya sebuah masa lalu,
Pantaskah engkau? Aku maafkan ?


Sampaikan salamku pada kekasihmu yang selalu menyakitimu

Puisi masa 2013-2014

Ade Intan

Mendadak gila dikelas karena ada film baru
Segala sesuatu ada batasnya, tapi tidak untuk nafsuku
Disaat aku ingin menonton film yang itu, terus memaksamu, terus menekanmu untuk ikut menemaniku
Wanita yang aku anggap paling manja dikelas,
Wanita yang aku anggap paling manis dikelas,
Wanita itu, benar-benar lebih cantik dari yang aku duga
Penampilan yang sederhana namun mempesona, indahnya tanggal 20 November di tahun ini
Saat lampu bioskop tertutup rapat dari cahaya
Saat layar monitor hanya penerang tunggal diruangan
Saat kepalan tangan kita saling bersatu,
Mengalun indah, hangat dihiasi dinginnya ac
Keluar berjalan, bergandengan tangan bak sepasang kekasih baru
Ruang FoodCourt menjadi petualangan asmara berikutnya
Menjadi pelega saat lelah telah terjaga
Disaat dunia ini akan tertutup sebagian
Langit hitam memanjang, petang akan datang
Disaat itu pula kami pulang,
Saat itu, saat-saat itu
Ketika pelukan dari arah belakang memandang kehangatan
Ketika aku lihat wajahnya yang tampak kelelahan
Wanita itu memelukku, pelukan yang syarat akan harapan
Menjadi penawar saat udara dingin melembab
Akhirnya  sampai pada waktu yang telah diperkirakan
Hari itu.. menjadi kebahagiaan kami berdua

Hari itu, benar-benar hari itu

Sampah Dari Kata-Kata Yang Terbuang

SALAMKU
Malam kembali, Tanda pagi sudah menanti
Namun ku terdiam, Tanda diri memahami
Malam yang akan indah untukmu
Malam yang akan penuh bercerita
Menanti hadirnya waktu emasmu
Waktumu yang sudah menuliskan
Waktu tlah menuliskanmu cerita
Kisah kasihmu tepat satu tahun
Esok hari kau pasti kan tertawa
Tersenyumlah bersama kekasihmu
Kini tidurlah impianku
Sang surya menunggumu
Esok adalah harimu
Katakan.. ku tak akan menggangu, Ceritamu dihari itu
Hari yang akan menyenangkan hidupmu
Pagi yang akan semangati bangunmu
Siang yang akan penuh gelak tawamu
Malam yang akan menghiasi mimpimu
Dan..
Waktu yang akan bercerita tentangmu

Selamatku Tak Terucap.

Sampah Dari Kata-Kata Yang Terbuang

Kau lah lamunan itu!
Tatapanmu itu, tatapan penuh makna bagiku
dibalik tatapan itu, ku melihat urai mata yang beda
Tatapan kebencian? tatapan kemurkaan? tatapan kemunafikan?
ataukah
tatapan ketulusan? Tatapan keinginan? Tatapan ketertarikan?
Aku rasa itu yang terpikir dibenaknya, begitupun denganku
Matamu membawa keindahan, keindahan baru dalam duniaku
matamu memancarkan harapan, kini impian tertulis dalam jiwaku
Aku mengharapkan janji waktu, datang padaku
aku mendambakan, saat waktu tlah tiba kini
menemani dibalik indahnya dunia kau dan aku
menghabiskan kisah remajaku dalam masa ini
Matamu kau beri harapan,
tatkala dipandang seorang insan
matamu kau beri mimpi,
untuk jiwa yang senang bermimpi
Tak ada keraguan dalam jiwamu,
hanya ada kepastian yang kutunggu
tak ada kebosanan melihat matamu
yang ada hanya keindahan milikmu

Terka ini Fathiningtyas, percaya lamunan ini milikmu 
                ....N

Sampah Dari Kata-Kata Yang Terbuang

Darah ini
Malam tlah kembali, aku ingin pergi seandainya bisa
namu pemilik waktu tak pernah mengizinkan,
Terkadang, hatiku kau bawa kesedihan
Lama benar, aku berjalan dalam kehampaan ini
tak bisa ku hentikan, bercucuran, darah hati ini
tak bisa ku menahan, bertetesan, darah hati ini
letih untuk mengalir, membawa, darah hati ini
tak kunjung habis, lukanya, darah hati ini

Lelah untuk bicara darah hati ini
coba aku sembunyikan darah hati ini
betapa deritanya darah hati ini
maafkan lah darah hati ini... kasih

Sampah Dari Kata-Kata Yang Terbuang

Kamu
Seindah senyum sukmamu,
tak ku sangka secapat itu,
dipertemukan lagi denganmu,
meski hanya disatu waktu,
Aku tersenyum menahan rindu
aku terbangun dalam kalbu
aku ingin mengungkapkan itu,
tapi waktu, tak mengizinkanku

Aku coba tuliskan senyummu yang dulu
namun jemari ini tak cukup mampu..

Sampah Dari Kata-Kata Yang Terbuang

Sempat mencinta,
            Kau masih begitu, membuatku hiraukanmu
            indahmu hilang dimataku, dan kini, aku sesalkan diriku
            aku ingin, kau lama disini, hapus catatan yusi ini..
            takdirku berkata lain, takdirku kerap tak ingin
            Hatiku tak lagi ikuti rasa, katakan.. tak lagi tersisa
            tersisa untukmu rasa yang sama, rasa yang tak pernah kau rasa

            Hati ini tak lagi dulu, aku sempat mencintaimu
            cinta ini masih miliknya, kau salah menyetuhnya
            rasa ini terhalang karenamu, karena kau selalu tak ada untukku
            disatu diri sadarku ingin ini untukmu,tapi tidak untuk cintaku.

                   ....G

Sampah Dari Kata-Kata Yang Terbuang

KAU

            Aku mencoba menuliskan senyummu kala itu
            tapi ku tak mampu,
            aku terbangun dari tidur panjangku
            menerka jalannya waktu
            Aku mencoba menggapai apa yang ku ingin
            harus aku buat apa Insanku ini
            padahal, jangan bangunkan aku dari ini
            karena tempatku bermimpi disini
            Aku ingin, kau kembali temani
            aku rasa, ruas hidupmu disini
            aku rasa, kau salah menempati,
            hingga kini kau tak mengerti
            dimanakah rasamu itu berada?
            apakah kau tak merasa,
            batinku teriak dara
            teriak apa tentang kita
            Mengerti, tolong mengertilah
            apakah hanya masa itu saja, yang bisa ku tuliskan?
            aku mohon kembalilah...
            Kembali dengan apa adanya
            apapun itu, aku akan menerima
            jika hanya rasa bersalah
            lebih baik tak usahlah

            Karenaa... itu hanya akan menyiksaku
            seraya aku sadar apa itu,
            petunjuk untuk tidak bersamamu
            jika benar itu... ku lanjutkan untuk tertidur 

                                                        ....Y

Sampah Dari Kata-Kata Yang Terbuang

Gadis, Kau Tak Tau Jalan...
Kau menangis gadis, dalam kesendirian
sendirimu lengkapi hujan malammu
air mata kau jadikan peraduan
sosok pria tlah lukai hatimu
Kau terluka dijalanmu
kawanmu jadi korban nafsumu
air mata.. kau jadikan teman setiamu
begitupun..
air mata.. setia menodai cantikmu
Kau kenapa gadis? Ada apa?
kini kau tak tau jalan,
langitmu tak mau mendengar
bersuara pun enggan
Kau kenapa gadis? Bicaralah
dimana senyum yang dulu?
mengapa rasa dendam menguasaimu
hingga ragu halangi mimpimu
Tak semestinya kau seperti ini gadis
apa kau tidak bosan terus menangis?
Kau janjikan bermimpi
namun lelahmu tak bertepi
Dikejauhan kau berpikir..
Biarkan waktu menelan lelahmu,
biarkan kepalamu menjawab kesendirianmu,
dan biarkan lah, kesabaranmu menuntun langkahmu

Hari esok telah menantimu
segeralah kau ciptakan mimpimu
pahamilah jalan ketiadaan yang semakin ada ini
agar dilain hari, kau akan lebih dari ini                                                                                       V.Z

Juni 2015

Melupakansemua yang pernahterjadi di masalaluadalahkeputusantepatuntukmenghadapimasadepan.
Teman-temanmaafkansayajikaakhirnyamelupakan kalian, sebabbilasekalisajamengingat kalian dankebersamaankita di masalaluituakanmembuatkuinginkembalikemasadimanakitapernahmenjadicerita, sekalisajaakumelihatkebelakangmakaakanmunculbeberapaingatanhebatdansekalisajaakumengingat kalian makaakanlahirlamuna-lamunanpanjang yang sedikitnyaakanmenyia-nyiakanwaktu. Kehidupan di masalalu yang menyenangkanharusakulupakan demi menjejakiawalanmasadepan  yang tidakakutahusepertiapa.
Akuharusbisamelupakan kalian semua, akuakanmelangkahmajukedepantanpaharusmelihatkebelakanglagi, sebab kalian adalahmasalalu yang benar-benarharusdilupakan!Karenabilatidakdilupakanituakanmembuatakutidakmampuberjalankedepansebabinginkembalimengulangmasa-masaindahsaatkitabersama, tawa-tawa yang cerah, danpersahabatan yang menyenangkan. Akuharusmelupakankisah kalian satu per satu. Membuatceritalagisendiridanmencarisahabat-sahabatbaru di masadepan yang biladipikir-pikirsangatmengerikanini.

Kisah kalian merupakankenanganhidupku yang paling menyenangkan, biarkankenanganhanyamenjadikenangantanpaharusada di masadepan. Sebabjikainginmelangkahlebihmajuharussiapmeninggalkanmasalalu, jadikamasalaluitusebagaisebuahpembelajaran di masadepandantidak pula terusmenghidupimasalalu yang tidakakanpernahhidupkembalisampaikapanpun. Semakinbanyaktahumasalalusemakinsiapmenghadapimasadepan, tapijikasemakinselalumengingatingatdanterbuaidenganmasalalusemakinterlambat di masadepan. Masadepanapasemengerikanitu?


Kebersamaankitacukupsampaidisini, tidak aka nada lagicandatawakitauntukselanjutnya, sebabkitaharusmeninggalkanitubilatidakinginterlambatmenjalanimasa depan!

November-Desember 2013

Dasar manja, cengeng,  jelek ! awalnya laki-laki itu menyebut salah seorang teman perempuannya seperti itu, “awalnya”. setiap manusia didunia pasti mempunyai rasa humor, meskipun sedikit, iya laki-laki itu salah satunya. Ketika rasa humor tersebut melanggar aturan-aturan tertentu, yaitu aturan asmara. Laki-laki itu salah mempergunakannya, yang akhirnya menjadi sebuah permainan asmara yang meriuhkan teman-temannya. “dasar” kata laki-laki itu. “ngedukung banget ih” perempuan itu melanjutkannya diwaktu yang tak sama. Kelas di sekolah menjadi ajang pendekatan laki-laki itu kepada si perempuan yang telah mengajak laki-laki itu bermimpi. Duduk didepannya setalah satu bangku menjadi penyekat kenakalan rayuan, perempuan itu duduk dibaris paling pinggir meja kedua, sedangkan laki-laki itu, duduk dibaris yang sama, meja keempat paling akhir, sengaja laki-laki itu memang sering berkhayal yang orang lain tidak bisa menerkanya, jadi duduk paling belakang agar teman-temannya tidak bisa memperhatikan dia, walau tak sengaja. laki-laki yang selalu menjadikan lamunan menjadi sebuah perjalanan. Itu sebabnya, dalam kehidupan laki-laki itu selalu dipenuhi bahasa-bahasa khayal dan bahasa-bahasa yang fiksi dalam sebuah kehidupan, karena kehidupan adalah pertarungan yang tidak pernah berhenti. “de kapan putus?” dengan polos, laki-laki itu selalu mengatakan hal yang tidak sopan jika keluar untuk disampaikan kepada seorang perempuan, laki-laki itu memang sedikit gila bila dibandingkan orang-orang gila yang mati bunuh diri karena cinta. Meskipun, “awalnya” perempuan itu sangat membenci laki-laki itu, “dasar laki-laki yang suka merendahkan orang lain, laki-laki yang so, laki laki yang angkuh”. Memang, kata “awalnya” selalu menjadi bahasan yang merumitkan tapi menyenangkan. “awalnya” laki-laki itu juga sama sekali tidak ada sedikitpun perasaan suka, kendati perempuan itu membencinya, laki-laki itu malah bersikap so dewasa, tenang, polos, dan angkuh, satu lagi, ga tau malu. hanya satu yang disukai si perempuan dari laki-laki itu, “tertawanya”.
Hari demi hari terlewati, pelajaran tetap menjadi sesuatu yang menyeramkan bila dikerjakan, belajar, ujian semuanya membosankan. Apalagi jika harus merangkum bab pelajaran, rasanya seperti divonis 3 tahun penjara, terkekang, terikat, jika terikatnya dengan perempuan itu tentu tidak akan menjadi masalah, karena disaat-saat itu, laki-laki itu menyadari bahwa perempuan yang menurutnya selalu menjadi pemeran utama dikelas dimatanya itu ternyata sangat cantik, benar-benar-benar cantik, menangispun juga cantik. Suatu ajakan nakal terurai mesra ditelinganya “de hayu nonton”. Nakal karena mengajak main seorang perempuan yang sudah mempunyai kekasih. Tidak peduli ! kata laki-laki itu. Tetap saja, laki-laki itu terus mengusilinya, mengerjainya, dan merayunya, sampai-sampai mulai menyukainya~. Sampai akhirnya “de jemput jam 3 sama saya”. Kata-kata nakal itu terus menghujani diri perempuan itu, dia bingung, apa yang sedang laki-laki itu pikirkan sehingga mengajaknya nonton. “aneh”. Ketika lampu bioskop tertutup rapat, layar monitor menjadi penerang tunggal, saat-saat itu, saat-saat dimana, perasaan suka dipaksa untuk datang menemani keduanya. Laki-laki itu dan perempuan itu, bagaikan sepasang kekasih baru yang baru menginjak minggu kedua, indahnya, nyamannya, asiknya, mesranya, dan kedekatanya terekam jelas dihari itu, hari itu, hari-hari itu. Entah darimana kepalan kedua tangan mereka saling bersatu, dari kapan mulainya ketika jari-jari mereka berdampingan ditemani dinginnya ac yang dihangatkan oleh kepalan itu, tidak ada perasaan yang lain selain perasaan “tidak menyangka”. Pelukan dari belakang memang tidak sehangat pelukan dari depan, namun pelukan dari belakang pertama itulah yang membuat jantung laki-laki itu berdegup kencang. Langit sekitar yang sudah mulai berubah warna menjadi gelap menjadi latar yang tak terpisahkan dalam cerita dihari itu, benar-benar tidak disangka.
Seperti yang pernah disebutkan, laki-laki itu memang gila, dia mengajak temannya itu main tanpa sepengetahuan kekasih  perempuan itu, jika kekasihnya tahu, akan disimpan dimana wajah laki-laki itu, padahal kekasihnya adalah temannya terdahulu saat masih kelas awal. Itu tidak dianggap sebagai penghalang untuk laki-laki itu mendekatinya, berusaha memasuki kehidupan perempuan itu, mencoba mengambil celah ruang yang kosong dihati perempuan itu. Ketika seorang anak laki-laki mulai menyukai seorang perempuan dikelasnya, tentu menjadi sorotan menarik para teman-temannya untuk mempertanyakan gosip yang beredar itu, dalam ajang permainan jujur berani, laki-laki itu menerima tawaran untuk jujur, ketika ditanya “siapa yang menurut kamu paling spesial dikelas?” dengan segala rasa yang ada anak laki-laki itu menjawab “***” diikuti suaru kagum dari orang-orang disekelilingnya. Anak perempuan itu tersenyum manis, senyuman yang paling disukai oleh laki-laki itu. Kedekatan yang semakin tergambar jelas semakin hari semakin memperlihatkan kemesraan antara anak laki-laki dan anak perempuan tersebut, fix, laki-laki itu menyukainya, dan perempuan itu masih meraba-raba. Tidak seperti tes, setiap soal yang rumit pasti ada jawabannya. Namun mengejar seorang anak perempuan bukanlah mengejar nilai agar bagus, bukan, bukan itu. Untuk mengejar seorang anak perempuan, adalah bagaimana ia harus meluangkan waktunya hanya untuk melindungi dan mempedulikannya. “de, kapan putus?” . “maunya kapan?” perempuan itu mulai merespon kehendak si laki-laki itu, namun laki-laki itu tidak tahu, bahwa pertanyaannya adalah senjata makan tuannya. Pertanyaan itu seakan-akan mendesak diri perempuan itu untuk memilih, untuk menentukan, untuk percaya, kemana perempuan itu harus berlabuh. Tentu itu adalah sesuatu yang merugikan tempat laki-laki tersebut, dimana ia adalah orang ketiga dalam sebuah hubungan, bukan pemeran utama, pemeran utamanya adalah dia, kekasih dari perempuan itu.
Banyak momen dimana laki-laki itu merasakan kehangatan dan kelembutan suatu hubungan “berpacaran”. Ya, anak laki-laki itu telah bisa disebut merebut kebahagiaan seseorang, seseorang yang tidak mengetahui apa-apa, sebetulnya. mereka berselingkuh.
Hari selanjutnya 2 minggu kemudian, masih dalam skenario yang sama, anak laki-laki masih berjuang keras membuktikan bahwa ia benar-benar tulus, mencinta. Namun perempuan itu tetap saja belum bisa mempercayainya, disisi lain anak perempuan tersebut juga menaruh kasih terhadap anak laki-laki itu, yang sebelumnya adalah orang yang sangat dibencinya dikelas. Karena disisi lain anak perempuan itu sudah mulai lelah dengan pengertian kekasihnya yang sudah hilang, sirna, terbawa arah entah kemana, anak perempuan itu merasa beruntung ketika ada orang yang mengasihi dan menyayanginya, yaitu, anak laki-laki tersebut. Ketika senyuman-senyuman nakal nampak dari kedua anak muda itu, ketika teman penyekat meja menjadi operator surat anak perempuan dan anak laki-laki itu. Saat-saat dimana anak laki-laki itu menemukan kembali cintanya, ya, cintanya. Penungguan yang sebenarnya baru akan dimulai, anak laki-laki itu masih tetap berusaha dengan ketakutan tidak akan berhasilnya proses pengejaran atau penungguan ini.
Ulangan Akhir Semester,
sangat membosankan, padahal anak laki-laki itu adalah sosok yang mempunyai tugas khusus disekolahnya, tapi perilakunya tidak patut dicontoh bila sedang ujian. Hubungan anak laki-laki itu dengan anak perempuan itu masih terjaga hingga hari pertama ujian berlangsung. Beruntung, anak laki-laki itu masih satu ruangan dengan anak perempuan itu, sialnya, mereka berdua harus satu ruangan dengan seseorang yang sebetulnya adalah pemeran inti dari kisah anak perempuan itu, ya pacar dari anak perempuan itu dan teman yang sudah dikhianati anak laki-laki itu. Tentu kedekatan anak laki-laki dan anak perempuan itu kini menjadi renggang, karena laki-laki itu mulai menjaga sikap peduli dan sikap menyapa yang memakai kasih sayang yang biasanya dilakukan kepada anak perempuan itu, tapi kini harus terhalang, karena ada sang kekasih dari anak perempuan itu. Melihat orang yang disukainya tertera oleh mata sedang bersama kekasihnya, rasanya itu seperti ingin memarahi seseorang tetapi tidak tahu apa yang akan dimarahi, dan kepada siapa ia ingin melampiaskan kemarahannya. Perasaan aneh yang tidak bisa diungkapkan keanehan itu berasal. Semua peduli, perhatian, dan canda tawa anak laki-laki itu hilang selama satu minggu mengerjakan soal Ulangan Akhir Semester I, yang tampak hanya kekesalan, ketidak ingin tahuan akan sebuah kenyataan, ketidaktahuan adanya realita, dan ketidaktahuan harus berjalan kearah yang mana, dan yang terakhir anak laki-laki itu mengetahui seperti apa perasaan merelakan. Merelakan salah seorang perempuan yang telah dicintainya kepada seseorang yang telah lebih dahulu mencintainya. Anak laki-laki itu mundur dari penungguan yang telah dia tekuni selama beberapa minggu, anak laki-laki itu merasa bersalah telah berusaha mengajak agar anak perempuan itu menerima kasih sayangnya, anak laki-laki itu merelakan anak perempuan itu kembali bersama kekasih sebenarnya, walaunperih, benar-benar perih. Anak perempuan itu tidak mengerti, mengapa anak laki-laki itu langsung mundur, menyerah hanya karena hal yang sebetulnya tidak harus menjadi alasan, namun anak laki-laki itu menyimpan sebuah rahasia, yang tidak diketahui oleh anak perempuan itu, yaitu rahasia bahwa sang kekasih dari anak perempuan itu pernah mengatakan sesuatu kepada anak laki-laki yang dalam pikirannya telah berusaha menggantikan sosoknya dari anak perempuan itu. Lalu anak laki-laki itu berpikir, apa makna yang sebenarnya diucapkan oleh kekasih dari anak perempuan itu, setelah lama menganalogikan suatu perkataan, anak laki-laki itu sadar dan mengambil keputusan untuk Mundur. Dengan logika yang tidak dapat diterka oleh teman-temannya, anak laki-laki itu bercerita, dan akan membuat anak perempuan yang sebelumnya sangat disayanginya, diperhatikannya, dipedulikannnya, dikasihinya, akan dibuat membencinya, tentu ini bukanlah keputusan logika yang akan menyenangkan anak laki-laki itu, dan “oke aku lakuin” anak perempuan itu menambahkan setelah obrolan itu ternyata terdengar ditelinganya. Demikianlah perempuan mengekdpresikan dirinya dengan dekat sangat dekat kembali bersama pacarnya dihari-hari dimana hari bebas bersekolah dimulai, yang selalu dinamakan agenda kegiatan porseni yang kebetulan anak laki-laki adalah seorang ketua dari organisasi yang mengurusi agenda kegiatan itu. Disetiap kesibukannya yang dilakukan anak laki-laki itu selalu melihat anak perempuan itu sedang bermesraan diantara banyak orang bersama kekasihnya, anak laki-laki kembali dan lagi-lagi selalu melihat anak perempuan itu sedang bergandengan dan sedang berdua dalam hangat bersama kekasihnya, inilah kekejaman realita yang dialami oleh anak laki-laki itu. Dari satu waktu, kembali dan lagi anak laki-laki itu melihat anak perempuan bersama kekasihnya, karena sedang bertugas, jalan yang harus dilalui pun harus melewati mereka, mereka, mereka. Anak laki-laki itu harus berpermisi kepada mereka berdua yang berada diantara jalan yang harus dilalui, ingin berjalan dihadapan anak perempuan itu saja anak laki-laki itu harus berdoa terlebih dahulu, ia berdoa agar diberi kekuatan, dan diberi kesanggupan untuk menerima kenyataan itu, dan menerima keputusan salah yang pernah dicetuskannya. Dan ternyata dia berhasil melangkah melewati anak perempuan itu bersama kekasihnya dengan perasaan yang hancur dan berantakan, penuh kesakitan, sangat menyakitkan.Lalu setelah kembali, dia melihat didepannya, ketika sang kekasih dari anak perempuan itu sedang memeluk dan menekuk lengannya kedalam antara pundak dan leher anak perempuan itu, terlihat jelas dari depan dan membelakangi apa yang dilihatnya, anak laki-laki hancur ditempat, perasaannya gugur sudah, anak laki-laki sangat patah hati, dan mengalihkan langkahnya dengan berjalan berputar agar tida menghempaskan angin diantara keduanya yang sedang bermesraan, ini sungguh menyakitkan, apa yang telah anak laki-laki itu lihat dan apa yang telah ia rasakan.

Kegiatan  itu berlangsung 4 hari, dan 4 hari itu adalah 4 hari yang telah membuat anak laki-laki itu hancur  merasakan patah hati yang sangat dalam sangat mengkristal sepeti debu. Lalu dalam sebuah ikrar kesan yang dibuat teman-teman dari anak laki-laki itu, anak laki-laki itu menuliskan sebuah kata yang menggambarkan kenyataan perasaannya. “terimakasih semuanya, terimakasih sudah menemani kegiatan selama 4 hari ini, 4 hari yang bikin galau, dan penuh kelemahan seorang anak laki-laki yang bernama ****”.

Ternyata Seperti ini

Tidakinginmenjadikanmasa-masa yang lampauhanyamenjadimasalalu yang tidakbisadihidupi, akuharusmelanjutkanperjalanandengantujuanmengejarcita-citadenganbersekolahdiperguruantinggi. Akutidakinginmenjadituadenganbekerjamencariuangterlaludinidijaman yang semakinmenenggelamkan orang-orang dengansedikirilmu. Akuharusmencariilmuitu, dimanaadabekaluntukbisameneruskanimpian yang sudahkubuat. Akuharusterusberjuangmencaridimanaletaknyajalankuitu, jalandimanatepiannyamenggambarkanakuseseorang yang bisabergunauntuk orang lain dalamartisukses. Inginsekaliakumembalasmimpikudengankerjakerasbahwamimpibukanhanyasekedarmimpitetapiharusdengandiiringinusahadandoa. Akumerenungkandimanaakutidakakanmungkinkembalimenjadimudalagidanmenjadianak SMA lagi, akuakanbermetamorfosadanmeninggalkanbangkusekolahdenganperasaanbangganamunmenapakijalanhidupjangansampaimembuatkuberjalandihadapanteman-teman lama denganperasaanmalucukupmendalam, tidak, tidakinginbegitu. Akuakanmenapakijalanhidupini …



Inspirasikuhampirhabis, rasanyasudahtidakadalagiharapanuntukhidupkuini. Rasanya…
Deretan kata sudahtidaklagihalusdidengar, untaian kata sudahtidaklagitersusunrapih. Inilahakusekarang, seseorang yang kehilanganmagis. Tanpainspirasidanharapanmembuatkehidupanmakhluk yang bernamamanusiaseakanhidypdidalamkehampaan, kosongtakternilaidiataspuingbumiyang tidaktentuarah.

Kecemasanolehmasadepanmembuatpikirankumerasaketakutan, ketakutanberpikirmemikirkanhal-halsulit yang nantiakanditemukan, hal-haltidakdiinginkanditakutkanterjadi, menimpadiri yang belumbisaberbuatapa-apadalammenghadapinya. Masatransisibenar-benarmenciptakanperjalanan yang sulit, ilmu yang dangkalmembuatpangkatdalamsuatumasalah, memangbenar, hiduptanpailmusepertiseekorbinatangsaja.

Jumat, 06 Februari 2015

Ada Aku di Belakang


16 Okt. 13
16
Katakan.. katakan awal semula
Karena akhirnya begitu berat terasa
Dunia tak seindah katamu
Dunia menelan hatiku
Katakan.. entah kemana perginya
Masa yang mudah dan tawa-tawa yang cerah
Dunia yang terdiam tanpamu
Dunia yang menelan hatiku

Merindukan angka itu kah engkau per? Dibadanmu yang putih ini? hehe maafkan aku yang selalu mengotorimu dengan cerita-cerita mimpiku yang belum menjadi kenyataan.

Harus berapa lama aku terus berjalan dalam kehampaan mengejar cinta yang tak berujung ini per, mengapa aku masih saja mengingatnya yang membuat diri ini terus mencintainya dari jauh? Tolong jelaskan ada apa dengan aku ini per? Yang masih saja enggan mencari wanita lain yang bisa menghapus jejak manusia satu itu dikehidupanku.

Beri aku setitik harapan, maka akan aku hidupi harapan itu menjadi sebuah kehidupan nyata yang menjadikan kamu akan terlihat lebih indah dari yang terlihat, dan aku bisa melihat warna aslimu, apakah aku salah memilihmu yang ku cinta? Atau aku memang benar mencintaimu yang sedemikian sempurnanya kamu dimataku.
Dengar aku yusiii... jangan tutup telingamu,jangan tutup pula hatimu, aku masih menunggu dihati yang sama, hati yang mengubah semua kehidupan terlihat lebih mudah dijalani.

Bisakah sejenak berpikir yus? Memikirkan siapa yang sedang menunggumu, siapa yang sedang tertinggal waktu karenamu,siapa yang sebenarnya mencintaimu setulus manusia apapun itu, siapa yang tidak berjanji akan menjadi kekasih terbaik tetapi akan selalu ada mendampingimu dan akan selalu disisimu?
Itu Aku yusi.. lihatlah ke belakang, jangan hiraukan duniamu, aku tidak butuh duniamu, yang ku butuhkan penghargaan darimu, atasku yang menunggumu sampai sejauh itu. Aku dibelakangmu bukan berarti aku mundur yusi,aku hanya sedang melihat apa yang bisa aku lihat untuk membahagiakanmu, aku sedang memahami kabahagiaan apa yang bisa aku berikan untukmu kelak, aku akan mundur satu langkah dan akan maju tujuh langkah andaikan kamu ada disisiku menemani ketertinggalan aku dengan waktu.
Satu yang harus kamu tahu yusi, aku akan selalu tetap menunggumu ditempat yang sama, walau cerita ini tak lagi sama, akan aku buktikan kepada dunia bahwa kamu pernah sedikit lagi menjadi milikku. Biarkanlah waktu yang menjawab ini semua, biarkanlah dia yang mengatur cerita ini, biarkanlah dia yang menjadi alur perjalanan masa-masa yang ku punya jika memang kita tidak ditakdirkan untuk menyatu. Semuanya aku serahkan kepadamu yusi, jika kamu bertemu siapa yang menurutmu bisa menjadikan kamu wanita sempurna dihidupnya maka tolong sampaikan pesan itu kepada Tuhanmu, biarkan Tuhan yang memberi tahu semuanya kepadaku dikekekalan nanti, karena aku tidak sanggup hidup jika mendengar berita yang mengundang air mata nan perih itu darimu,aku tidak sanggup lagi berjalan dalam kehampaan jika itu terdengar oleh telingaku yang dirasakan langsung dari hatiku, tolong sampaikan itu kepada Tuhanmu dengan berwujud doa jangan kepadaku. Dan tolong... andaikan kamu tidak berhasil menemukan kekasih yang bisa menjadikanmu wanita terbaik dan menjadikanmu wanita terakhir dalam hidupnya, jangan menangis, jangan terlarut dalam badai, jangan biarkan air mata membasahi pipimu dan jangan sampai langit menghujanimu sampai kau terbaring sakit, lihatlah kebelakang... ada aku yang akan selalu menjadi bayanganmu, ada aku yang akan selalu melindungimu dari jauh walau sebenarnya aku dekat, ada aku yang akan menghapus semua luka yang ada dihatimu dengan ketulusan, ada aku yang akan mendekapmu dengan kasih sayang yang telah aku siapkan dari dulu hanya untukmu, ada aku yang akan mengusap air matamu dengan kelembutan rasa cinta, dan ada aku dengan membawakanmu payung dari belakang untuk menjadi peraduan atas penyesalan-penyesalanmu yang kamu tanamkan untuk mereka yang telah menyakitimu, ada aku, ada aku yang selalu menyayangimu, ada aku yang selalu mencintaimu. Ada Aku.

Mengapa harus malu?


Mengapa harus malu?,
Seperti biasa, pertemuan tidak disengaja sebenarnya memang selalu melebarkan senyuman atau seperti biasa, pertemuan yang tidak disengaja membuat raut wajah tidak terkontrol, menampilkan ekspresi jelek dan wajah memerah karena malu.
Pagi itu, seperti biasa, aku berangkat sekolah pukul 06.30 karena hari itu hari senin, jadi sedikit lebih pagi, sedikit. Debu masih tidak terlihat jika dipagi hari, mereka mengkristal, udara pagi yang bersemangat menyambutku pagi ini. jalanan macet, “sialan” kataku. Lalu aku menggulung tarikkan sarung tanganku sebelah kanan dengan menggunakan mulutku karena tangan kiri sibuk menyetir, tiba-tiba terlihat seseorang memperhatikanku dari arah depan, aku tahu dia siapa. Aku melihat ke arahnya dengan tatapan lebih dari 8 detik, berarti aku lebih menyukainya, jelas saja dia Yusi, perempuan yang tidak pernah hilang dalam ingatanku selama 2 tahun terakhir. Dari arah berlawanan dia sekejap melihatku, Aku terus melihatnya, tapi tidak apa yang dilakukannya, dia langsung memalingkan wajahnya kearah samping yang berlainan, mengapa yus? Mengapa kamu memalingkan wajahmu? Mengapa? Apa kau malu? Mengapa harus malu? Tidak bisakah kita saling bertatapan selama 5 detik saja dengan memperlihatkan senyuman antara kita? Aku rindu saat-saat itu yus, selalu merindukannya.
Dari depan, ke kanan, lalu ke belakang, mataku mengajar sosok itu yang akhirnya berlalu meninggalkan belakang. Arah menjadi pembatas pertemuan kami, karena kami sedang berkendara diarah yang berlawanan hingga kami tidak bisa lama-lama melewati pertemuan yang tidak disengaja itu, tunggu! Kami? Tidak salah:? Jangan sebut kami, jangan pula sebut kita, karena aku dan kamu kan tidak ada apa-apa, maafkan aku yang selalu berharap-_-
Apa kau sudah lupa semuanya yus? |Tunggu! Semuanya? Memang pernah ada apa diantara kita?| lagi-lagi maafkan aku yus, yang lagi-lagi membuat cerita didalam khayalanku yang entah darimana asalnya. Tapi, mengapa tadi kau palingkan wajahmu? Tidak sudi kah kau kulihat sekejap saja?  Ingin sekali menyapa,  tapi tidak tahu mengapa rasanya mulut ini terasa berat sekali jika berkata didepanmu. Aku masih belum bisa melupakanmu yus, maaflan aku!