Gadis, Kau Tak Tau
Jalan...
Kau
menangis gadis, dalam kesendirian
sendirimu lengkapi hujan malammu
air mata kau jadikan peraduan
sosok pria tlah lukai hatimu
sendirimu lengkapi hujan malammu
air mata kau jadikan peraduan
sosok pria tlah lukai hatimu
Kau
terluka dijalanmu
kawanmu jadi korban nafsumu
air mata.. kau jadikan teman setiamu
begitupun..
air mata.. setia menodai cantikmu
kawanmu jadi korban nafsumu
air mata.. kau jadikan teman setiamu
begitupun..
air mata.. setia menodai cantikmu
Kau
kenapa gadis? Ada apa?
kini kau tak tau jalan,
langitmu tak mau mendengar
bersuara pun enggan
kini kau tak tau jalan,
langitmu tak mau mendengar
bersuara pun enggan
Kau
kenapa gadis? Bicaralah
dimana senyum yang dulu?
mengapa rasa dendam menguasaimu
hingga ragu halangi mimpimu
dimana senyum yang dulu?
mengapa rasa dendam menguasaimu
hingga ragu halangi mimpimu
Tak
semestinya kau seperti ini gadis
apa kau tidak bosan terus menangis?
apa kau tidak bosan terus menangis?
Kau
janjikan bermimpi
namun lelahmu tak bertepi
namun lelahmu tak bertepi
Dikejauhan
kau berpikir..
Biarkan
waktu menelan lelahmu,
biarkan kepalamu menjawab kesendirianmu,
dan biarkan lah, kesabaranmu menuntun langkahmu
biarkan kepalamu menjawab kesendirianmu,
dan biarkan lah, kesabaranmu menuntun langkahmu
Hari
esok telah menantimu
segeralah kau ciptakan mimpimu
pahamilah jalan ketiadaan yang semakin ada ini
agar dilain hari, kau akan lebih dari ini V.Z
segeralah kau ciptakan mimpimu
pahamilah jalan ketiadaan yang semakin ada ini
agar dilain hari, kau akan lebih dari ini V.Z
Tidak ada komentar:
Posting Komentar