Selasa, 08 Desember 2015

Sampah Dari Kata-Kata Yang Terbuang

Kau lah lamunan itu!
Tatapanmu itu, tatapan penuh makna bagiku
dibalik tatapan itu, ku melihat urai mata yang beda
Tatapan kebencian? tatapan kemurkaan? tatapan kemunafikan?
ataukah
tatapan ketulusan? Tatapan keinginan? Tatapan ketertarikan?
Aku rasa itu yang terpikir dibenaknya, begitupun denganku
Matamu membawa keindahan, keindahan baru dalam duniaku
matamu memancarkan harapan, kini impian tertulis dalam jiwaku
Aku mengharapkan janji waktu, datang padaku
aku mendambakan, saat waktu tlah tiba kini
menemani dibalik indahnya dunia kau dan aku
menghabiskan kisah remajaku dalam masa ini
Matamu kau beri harapan,
tatkala dipandang seorang insan
matamu kau beri mimpi,
untuk jiwa yang senang bermimpi
Tak ada keraguan dalam jiwamu,
hanya ada kepastian yang kutunggu
tak ada kebosanan melihat matamu
yang ada hanya keindahan milikmu

Terka ini Fathiningtyas, percaya lamunan ini milikmu 
                ....N

Tidak ada komentar:

Posting Komentar